Eksotisme dan Ramainya Pantai Selong Belanak Lombok

Ngomongin pantai - pantai Lombok ya sama aja dengan mencari sudut pada bundaran, tidak terhingga! Secara, Pulau Lombok memanglah surganya pantai- pantai eksotis dengan seluruh kelebihannya. Ditambah lagi bukit- bukit hijau serta corak laut yang memesona. Dari ujung ke ujung tentu nemu tepi laut deh! Dapat jadi alternatif posisi liburan bila bosan dengan Pulau Bali.

Eksotisme dan Ramainya Pantai Selong Belanak Lombok


Di sebagian post tadinya aku telah kasih kabar buat berhemat ria mengarah Lombok dari starting point Surabaya dengan memakai moda trasnportasi kapal, tepatnya KMP Legunding dengan harga tiket tidak lebih dari Rp 100. 000 per orang. Nah, saking banyak jajaran tepi laut yang sayang buat dilewatkan, kamu dapat mulai dari Lombok Tengah dengan mendatangi jajaran Tepi laut Mawun. Jika dari pusat Kota Mataram dapat ditempuh sepanjang kurang lebih 1 jam dengan memakai sepeda motor. Dapat pula kok sewa motor di Lombok yang memanglah telah menjamur alias gampang banget didapat.

Gak jauh dari Tepi laut Mawun, tepatnya di Kecamatan Praya Tengah, terdapat satu tepi laut yang lumayan tersohor di golongan turis ialah Tepi laut Selong Belanak. Saking terkenalnya, begitu hingga di situ, pantainya telah dipenuhi oleh wisatawan lokal ataupun asing yang tengah melaksanakan bermacam kegiatan. Nyatanya bukan cuma lanskapnya yang eksotis, tetapi banyak yang dapat travelovers jalani disini!

Biasanya wisatawan berselancar di Tepi laut Selong Belanak sebab bisa jadi ombaknya lumayan menantang buat dijajal para peselancar. Terdapat pula yang melaksanakan berolahraga paralayang. Tidak hanya itu travelovers dapat melaksanakan me time dengan sangai sambil membaca novel sebab telah disediakan zona buat sun bathing berbentuk sofa santai yang berpayung. Namun, buat masyarakat lokal semacam aku bisa jadi lebih memilah buat bersantai tanpa sangai deh. Panasnya bukan main! Oh ya, harga buat sewa kursi- kursi ini merupakan Rp 40. 000 per jamnya. Lumayan ramah di kantong, kan? Keramaian ini dapat kita temui kala pagi sampai siang hari.

Tidak hanya ramai turis, banyak pula kedai yang dapat travelovers singgahi sambil menikmati indahnya Tepi laut Selong Belanak. Harga santapan yang ditawarkan rata- rata sama kok serta tidak terlampau mahal pula. Menu- menunya ya lumrahnya menu Indonesia semacam nasi goreng, mie praktis, serta lain sebagainya. Menu top kala lagi santai di tepi laut ya kelapa muda, biayanya hanya Rp 15. 000 per buahnya.

Sehabis bersantai sambil menikmati kuliner yang disajikan, travelovers dapat pula lho naik perahu nelayan buat berkelana. Cuma dengan Rp 5000, kamu hendak dibawa menjelajahi Tepi laut Selong Belanak memakai perahu tersebut. Coba deh melaksanakan perihal ini sore- sore. Mengapa wajib sore? Sebab suasananya cocok serta matahari tidak sangat terik. Tidak hanya itu, sore hari pula waktu yang pas buat bermain pasir tepi laut. Butuh travelovers tahu jika pasir di mari jauh lebih lembut, berbeda dengan pasir di mayoritas tepi laut Lombok yang lain yang sudah bercampur dengan batuan karang.

Surganya Peselancar.

Satu kenyataan menarik lagi yang travelovers wajib ketahui, eksotisme Tepi laut Selong Belanak meningkat kala rombongan kerbau beserta pemiliknya melintas buat berangkat maupun kembali makan di bukit. Jika lagi beruntung, kita bisa melihat uniknya rombongan tersebut sehingga ciamik bagaikan objek gambar. Terlebih jika latar belakangnya pasir putih serta lautan yang biru jernih. Kala bertanya pada owner kedai di Tepi laut Selong Belanak, umumnya kerbau berangkat mencari makan dekat jam 09. 00- 10. 00 Waktu indonesia tengah(WITA), kemudian mereka kembali kala sore hari menjelang petang jadi yakinkan travelovers terdapat di jam- jam itu ya.

Tidak hanya komplit serta memesona, tiket merambah kawasan Tepi laut Selong Belanak cuma 5000 rupiah saja loh travelovers plus bayaran parkir 5000 rupiah pula. Jika ingin lebih berhemat, membawa saja perbekalan buat piknik. Dipastikan lebih seru, selamat berupaya!

No comments for "Eksotisme dan Ramainya Pantai Selong Belanak Lombok"

Berlangganan via Email